Mundur

Ke belakang

Mengukir jam gelap

Matamu lelap

Dalam dekap

Sang karang

Perlahan pupilmu membesar

Gelayut kantuk

Keriput-keriput sepi

Matamu meronta dan teriak

Masih ada yang harus dilihat

Maghrib kaucukupkan sampai

Rakaat pertama

Saat adzan kau masih di jalan

Percik kegelapan melesat

Menembus jantungmu

Menuju ujung tanduk

Di situ sang karang

Tangis pun berhenti

Mentari di ujung barat

Bagimu ia menyeringai

Bagimu saat usia 12 bulan

Ia mengejek

Meletup-letup didih semangat

Mengantar keberangkatan lembayung

Temani hatimu di Bangkok

Temani kakimu di sudut kamar

Awal tangis

Kerontang tenggorokan

Mengasah nyali untuk berdebat

Mendampingi pergerakan

Jarum ke angka 2

Saat jiwamu melancong ke Berlin

Dan kakimu bersembunyi di sudut kamar

Hororisme!

Sebentar lagi speaker menjerit

Menganga telingamu usai rakaat pertama

Menyublim

Meleleh, mencair

Memadat

12.00 mentari menyengat

Tanpa sang karang

<span l

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s