Anak di Balik Terali Besi

Berita penahanan anak di Lembaga pemasyarakatan anak Tangerang karena tertangkap tengah bermain judi sangat mencengangkan. Bagaimana tidak? Kesepuluh anak yang mayoritas bekerja sebagai penyemir sepatu di bandara Soekarno Hatta ini masih dibawah umur. Bahkan sembilan orang diantaranya masih duduk di sekolah dasar. Ironisnya setelah ditahan polisi selama satu bulan, peristiwa ini baru diungkap di media. Lebih mirisnya lagi kesepuluh anak ini harus melewatkan ujian sekolah karena mendekam di penjara.


Upaya penangguhan penahanan baru berhasil setelah sebuah LBH yang peduli anak ikut campur di lapangan. Permohonan orang tua yang disampaikan jauh hari tidak diacuhkan. Ironis, ketika koruptor kelas kakap meminta penangguhan penahanan kerapkali dikabulkan namun ketika sepuluh anak kecil meminta izin agar bisa ikut ujian sekolah tidak diperkenankan.


Saya meragu jika polisi tidak mengetahui tentang isi undang-undang perlindungan anak. Bagaimana mungkin seorang penegak hukum seperti polisi mengacuhkan perundangan? Namun sangat sulit dipercaya ketika para polisi melakukan hal yang berkebalikan dari apa yang disuratkan dan disiratkan dalam UU tersebut.


Dalam UU no 23 tahun 2002 pasal 16 disebutkan bahwa penangkapan dan penahanan anak hanya dilakukan sebagai upaya terakhir. Selain itu dalam pasal 17 dan 18 juga diterangkan bahwa setiap anak yang dirampas kebebasannya berhak memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya. Hal ini juga diterangkan secara lebih gamblang pada pasal 64 yang menyatakan bahwa perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum dilaksanakan melalui, perlakuan anak secara manusiawi, penyediaan petugas pendamping khusus sejak dini, penyediaan sarana dan prasarana khusus, hingga penjatuhan sanksi yang tepat untuk kepentingan yang terbaik bagi anak.Namun pada kasus ini, setelah melakukan penahanan tidak ada upaya dari pihak polisi untuk mencarikan pendamping atau minimal mengkonfirmasi pada pihak berwenang seperti komisi perlindungan anak bahwa ada anak yang ditahan.


Dari wawancara yang disiarkan sebuah stasiun televisi swasta. Aktivis dari LBH yang kini menjadi kuasa hukum dari sepuluh anak ini menyatakan bahwa mereka baru mengetahui ada anak yang ditahan ketika melakukan pendampingan kepada anak yang lebih dulu berada di balik terali LP Tangerang.


Masalah perlindungan anak di Indonesia memang memprihatinkan. Kasus yang menimpa sepuluh anak ini adalah satu dari sekian kasus yang tidak tercium media. Padahal sesungguhnya masyarakat dan pemerintah sama-sama bertanggung jawab untuk melindungi anak. Tidak seharusnya anak-anak ini tidak terlindungi dari jerat hukum.

Kasus perjudian sendiri bisa dijadikan hukum pidana apabila memang berjudi untuk mata pencaharian. Namun jika berjudi hanya untuk bermain-main maka pelaku bisa bebas karena memang tidak diatur dalam perundang-undangan. Anak-anak ini tentu hanya bermain-main ketika mereka bermain dengan mempertaruhkan uang sebanyak seribu rupiah per orang. Yang perlu disesalkan adalah polisi yang langsung menahan mereka sebulan lebih untuk menunggu persidangan. Padahal bukankah ada baiknya jika penahanan mereka ditangguhkan?


Keadaan di penjara tentu akan berakibat buruk bagi mereka. Di penjara anak sekalipun. Belum lagi sanksi sosial karena peristiwa ini. Pihak sekolah mungkin lebih memilih untuk mengeluarkan mereka meskipun seandainya divonis bebas. Untuk pindah pun akan sulit karena mereka menyandang sebutan eks-narapidana yang akan membebani mereka sampai tua. begitupun dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka akan terus dicap sebagai pelaku kriminal dan bisa jadi dijauhi. Akhirnya anak-anak ini putus sekolah dengan perkembangan mental yang buruk. Kita semua seharusnya bisa lebih memperhatikan perlindungan bagi anak-anak, khususnya anak yang pernah berseberangan dengan hukum ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s